Poptekno.com – NTT DATA resmi meluncurkan Software Defined Infrastructure (SDI) Services Agent, sebuah layanan agentic AI berbasis percakapan yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola infrastruktur teknologi informasi yang semakin kompleks. Solusi ini ditujukan untuk lingkungan enterprise yang mengandalkan banyak vendor, sistem hybrid, dan kebutuhan operasional real-time yang menuntut visibilitas lebih tinggi serta respons yang lebih cepat.
Peluncuran ini menandai langkah baru NTT DATA dalam memperluas peran AI dari sekadar alat bantu produktivitas menjadi lapisan operasional yang langsung terhubung dengan pengelolaan infrastruktur perusahaan. Dalam keterangan resminya, NTT DATA menjelaskan bahwa SDI Services Agent tertanam di dalam layanan SDI mereka dan dibangun sebagai multi-agent system untuk membantu perusahaan mengoperasikan, mengoptimalkan, dan mengatur infrastruktur AI dalam skala besar.
Berbeda dari asisten AI yang umumnya hanya bekerja dalam ekosistem vendor tertentu, SDI Services Agent dirancang untuk menangani lingkungan multivendor. Ini penting karena banyak perusahaan besar saat ini tidak lagi bergantung pada satu penyedia infrastruktur saja, melainkan mengombinasikan perangkat, cloud, keamanan, dan jaringan dari berbagai vendor yang harus dipantau secara terpadu. Sejumlah media teknologi yang mengulas peluncuran ini juga menekankan bahwa salah satu pembeda utama layanan tersebut adalah kemampuannya bekerja lintas vendor, bukan hanya di lingkungan tertutup milik satu OEM.
Secara fungsi, NTT DATA menyebut AI agent ini menyediakan antarmuka bahasa alami untuk tim TI, sehingga interaksi dengan sistem tidak lagi harus sepenuhnya melalui dashboard teknis yang rumit. Tim operasional dapat meminta informasi, melihat status infrastruktur, hingga memperoleh rekomendasi tindakan secara lebih cepat lewat pendekatan percakapan. Selain itu, sistem ini juga diklaim memberi visibilitas real-time, predictive intelligence, dan penjelasan keputusan berbasis explainable AI, sehingga perusahaan tidak hanya menerima output, tetapi juga memahami alasan di balik rekomendasi yang dihasilkan.
NTT DATA juga memosisikan SDI Services Agent layaknya digital twin untuk operasional infrastruktur. Sistem ini bekerja dengan menggabungkan live telemetry, data historis, dan parameter kebijakan untuk mendukung aktivitas operasional harian. Pendekatan ini dimaksudkan agar perusahaan bisa beralih dari model kerja infrastruktur yang reaktif, sekadar memperbaiki ketika gangguan terjadi menuju model yang lebih prediktif, adaptif, dan berorientasi hasil.
Meski membawa otomatisasi yang lebih tinggi, NTT DATA menegaskan bahwa pendekatan ini tetap menempatkan human oversight sebagai elemen penting. Dengan kata lain, AI bertugas membantu mempercepat analisis, pemantauan, dan rekomendasi tindakan, tetapi kendali akhir tetap berada di tangan manusia. Ini menjadi aspek krusial, terutama untuk perusahaan yang mengoperasikan sistem penting dengan tuntutan keamanan, kepatuhan, dan governance yang ketat.
Dalam rilis resminya, NTT DATA juga mengaitkan peluncuran produk ini dengan perubahan arah belanja AI di kalangan enterprise. Perusahaan mengutip temuan dari 2026 Global AI Report: A Playbook for AI Leaders, yang menunjukkan bahwa 34,5% responden lebih memilih membangun ulang aplikasi inti dengan kemampuan AI yang tertanam langsung, alih-alih hanya menambahkan fitur AI di lapisan permukaan. Temuan ini memperlihatkan bahwa perusahaan mulai melihat AI sebagai fondasi arsitektur bisnis, bukan lagi sekadar fitur tambahan.
Konteks itu membuat peluncuran SDI Services Agent menjadi relevan. Ketika AI mulai semakin dalam tertanam di proses inti bisnis, maka kebutuhan terhadap infrastruktur yang mampu mengelola beban kerja AI secara aman, efisien, dan lintas vendor juga ikut meningkat. NTT DATA menilai pengalaman layanan agentic berbasis percakapan akan menjadi komponen penting untuk membantu perusahaan menghadapi kompleksitas tersebut.
Pandangan yang sama juga terlihat dalam berbagai analisis industri lain. Liputan media teknologi menyebut layanan ini hadir di tengah dorongan perusahaan untuk mengelola AI infrastructure at scale, sekaligus mempercepat penyelesaian masalah operasional dan mengurangi ketergantungan pada proses manual yang memakan waktu. Sejumlah ulasan juga menyoroti adanya fitur sustainability insights, yang memungkinkan perusahaan menilai dampak lingkungan dari penggunaan aset infrastruktur mereka, sebuah poin yang semakin penting di tengah tuntutan efisiensi energi dan keberlanjutan operasional.
Dari sisi strategi bisnis, langkah NTT DATA ini sejalan dengan pesan yang berulang mereka sampaikan dalam berbagai laporan dan pernyataan eksekutif: strategi AI tidak bisa dipisahkan dari strategi bisnis dan kesiapan fondasi data maupun infrastrukturnya. Dalam wawancara Reuters pada 2025, CEO NTT DATA Abhijit Dubey juga menekankan bahwa nilai AI sangat ditentukan oleh kesiapan organisasi untuk mengadopsi teknologi tersebut, termasuk kesiapan tenaga kerja dan arsitektur datanya.
Jika dilihat lebih luas, SDI Services Agent bukan sekadar produk baru, tetapi gambaran ke mana pasar enterprise bergerak. Infrastruktur TI kini tidak lagi cukup hanya stabil dan tersedia; ia juga harus lebih cerdas, lebih adaptif, dan bisa menjelaskan dirinya sendiri. Bagi perusahaan dengan lingkungan hybrid dan multivendor, model seperti ini berpotensi menjadi fondasi baru untuk operasional TI yang lebih cepat, terukur, dan siap menopang ekspansi AI di level bisnis.





