Poptekno.com, Jakarta – Google lagi-lagi bikin peta sistem operasi bergeser. Setelah bertahun-tahun memelihara Android di smartphone dan ChromeOS di Chromebook, raksasa teknologi itu kini menyiapkan sistem operasi baru bernama Aluminium OS (ALOS).
Yang menarik, Aluminium OS disebut sebagai OS berbasis Android dengan AI di inti sistem, tapi dirancang khusus untuk laptop, tablet, hingga PC kecil.
Apa Itu Aluminium OS?
Nama Aluminium OS pertama kali tercium dari sebuah lowongan kerja Google untuk posisi Senior Product Manager yang berlokasi di Taipei, Taiwan. Dalam deskripsi lowongan tersebut, Google secara eksplisit menyebut tengah mengerjakan “Aluminium, Android based operating system”.
Beberapa poin penting yang terungkap:
- Dibangun berbasis Android, bukan ChromeOS.
- Ditujukan untuk laptop, tablet, perangkat detachable, dan mini PC (boxes).
- Menargetkan perangkat dari entry-level sampai premium.
- Menggunakan AI sebagai komponen inti, bukan sekadar fitur tambahan.
Nama “Aluminium” sendiri diyakini sebagai kode internal yang nyambung dengan Chromium, basis open source ChromeOS. Keduanya sama-sama nama logam berakhiran “-ium”.
Laporan dari Android Authority dan beberapa media teknologi menyebut Aluminium OS diproyeksikan sebagai “hasil kawin silang” Android dan ChromeOS dalam satu sistem operasi baru.
Tujuan utamanya:
- Menyederhanakan ekosistem OS Google di ranah PC.
- Menghadirkan satu platform utama berbasis Android untuk laptop dan desktop.
- Membawa kemampuan ChromeOS (ringan, cloud-friendly) plus fleksibilitas Android (aplikasi melimpah).
Google sendiri sudah sempat mengisyaratkan rencana penggabungan ini di berbagai ajang, termasuk kerja sama dengan Qualcomm untuk membawa pengalaman Android yang lebih matang ke perangkat PC.
Google belum mengumumkan Aluminium OS secara resmi. Namun, beberapa analis dan laporan menyebut timeline yang cukup konsisten:
- Proyek Aluminium OS mulai terendus publik akhir November 2025.
- Banyak pihak memperkirakan perangkat pertama Aluminium OS akan muncul sekitar 2026, kemungkinan berbarengan dengan generasi Android baru dan pengumuman di Google I/O.
Tentu saja, ini masih sebatas spekulasi berbasis dokumen dan lowongan kerja. Sampai Google naik panggung dan mengumumkan langsung, Aluminium OS tetap berstatus proyek internal yang sedang dibangun.
Jika semua bocoran ini tepat sasaran, Aluminium OS bisa jadi langkah terbesar Google di desktop sejak lahirnya ChromeOS. Apakah Aluminium OS bakal jadi standar baru “laptop Android” atau berakhir sebagai eksperimen lain di rak sejarah Google?
